4 Format Video Kuno, Cara Orang Tua Dahulu Menikmati Film – Perkembangan teknologi digital dan komputasi tentu merubah banyak hal saat ini. Berbagai teknologi baru bermunculan, merealisasikan berbagai hal yang semula hanya sebatas impian dan khayalan menjadi suatu kenyataan. Pesatnya kemajuan tersebut membawa manusia kebabak baru, periode dimana manusia memasuki era teknologi informasi dan komunikasi.

Kemajuan itu sendiri tampak menggiring manusia kearah realisasi virtual. Kecanggihan teknologi yang ada menitikberatkan pada potensinya dalam pengembangan teknik editing digital. Walhasil, pencapaian ‘dunia maya’ sudah sangat jauh meninggalkan berbagai kemungkinan yang masih belum terjamah di ‘dunia nyata’.

Hal-hal seperti interaksi manusia dengan entitas extra-terrestrial, teknologi canggih pesawat ulang alik, rekonstruksi sejarah dan kebudayaan yang sudah punah atau menghilang, maupun peradaban yang bukan berasal dari tangan-tangan manusia, itu semua dapat dengan mudahnya diciptakan melalui rekayasa teknologi editing audio-visual dewasa ini.

Namun berbagai pencapaian mutakhir tersebut tentu tidak semerta-merta dirasakan begitu saja tanpa adanya perkembangan yang signifikan. Dimulai dari ditemukannya berbagai terobosan di bidang media penyimpanan dan pemrosesan data, perkembangan teknologi visual editing pun dirasa menjadi pesat. Ini menyebabkan pertumbuhan industri perfilman semakin subur dan menjanjikan. Hanya dalam waktu beberapa tahun, pencapaian yang tterlihat amat tampak begitu kontras.

Dengan banyaknya temuan-temuan tersebut, berbagai format mutakhir seperti BluRay dan DVD-pun dapat dinikmati dengan kualitas Full High Definition (FHD) hingga bahkan 4K. Berbagai ‘kenikmatan’ tersebut pun dapat ditemukan dengan mudah dan biaya yang terbilang murah.

Lantas bagaimana dengan era sebelum ini? Format apakah yang digunakan oleh khalayak kala itu? Karena itulah teknobot.xyz kali ini akan membahasnya dalam artikel  berjudul 4 Format Video Kuno, Cara Orang Tua Dahulu Menikmati Film yang dapat menambah wawasan para kidz-zaman-now mengenai teknologi audio-visual ‘parents-zaman-old’.

Read More  5 Situs Yang Bermanfaat Bagi Pelajar

1) Ampex Quadruplex

Ampex Quadruplex - 4 Format Video Kuno, Cara Orang Tua Dahulu Menikmati Film
Ampex Quadruplex – 4 Format Video Kuno, Cara Orang Tua Dahulu Menikmati Film

Sebagai salah satu pionir format video recording yang paling banyak digunakan di eranya, Ampex Quadruplex tentu bisa terbilang sebagai suatu legenda teknologi perfilman. Ampex sendiri adalah nama perusahaan yang mendesain Quadruplex, media penyimpanan berbasis analog yang memanfaatkan dua rol pita magnetik. Penggunaannya saat itu sangat populer dalam berbagai bidang hingga menggantikan peran rol film yang memerlukan biaya dan waktu yang lebih banyak dalam proses produksinya.

Di pasarkan pada tahun 1956, Quadruplex awalnya digunakan dalam industri penyiaran dan pertelevisian. Pengaplikasiannya sedikit banyak memberikan pengaruh terhadap revolusi operasi industri tersebut.

Bukan hanya teknologi yang sudah-sudah tidak memberikan efisiensi yang baik, tetapi juga dikarenakan Quadruplex dapat mendukung qualitas rekaman dengan detail yang lebih baik. Melihat potensinya, Ampex-pun terus mengembangkan produknya tersebut.

Namun, dikarenakan biaya produksi yang terbilang cukup tinggi, pemasarannya pun terbatas pada konsumsi industri saja dan tidak pernah hingga ke pangsa konsumen rumahan.

2) Betamax

Betamax - 4 Format Video Kuno, Cara Orang Tua Dahulu Menikmati Film
Betamax – 4 Format Video Kuno, Cara Orang Tua Dahulu Menikmati Film

Seiring perkembangan teknologi yang lebih canggih, maka terobosan-terobosan baru pun bermunculan. Betamax, salah satu dari sekian pembaruan format penyimpanan termutakhir kala itu, membuka era persaingan format video yang nantinya dikenal dengan istilah videotape format war (perang format pita video).

Diterjunkan di pasaran pada tahun 1975, media ini memberikan akses baru bagi para konsumen video dan film rumahan. Betamax sendiri memiliki bentuk seperti kaset dengan dua gulungan pita video berada didalamnya.

Meski bukan pertama dikelasnya, Betamax menawarkan kemudahan tersendiri yang membuatnya cukup populer di awal perilisannya. Dikembangkan dari format dengan varian yang cukup serupa yaitu U-matic dan VCR, Betamax memiliki keunggulan yang lebih ramah pengguna.

Wajar jika para pendahulunya kala itu menjadi terkesan kewalahan dan ‘kuno’. Sony selaku produsen yang mendistribusikan Betamax lebih memfokuskan kualitas gambar ketimbang lamanya durasi yang bisa ditampung.

Read More  Sejarah Dan Perkembangan Cyanogen, Cikal Bakal Dari LineageOS

Hal inilah yang nantinya menjadi ‘senjata’ bagi Betamax dalam mempersengit persaingan melawan rival abadinya, sang Video Home System (VHS).

3) Video Home System (VHS)

Video Home System (VHS) - 4 Format Video Kuno, Cara Orang Tua Dahulu Menikmati Film
Video Home System (VHS) – 4 Format Video Kuno, Cara Orang Tua Dahulu Menikmati Film

Format video yang satu ini bisa dikatakan sebagai musuh bebuyutan dari Betamax. Mengadaptasi teknologi yang sangat mirip dengan pesaing abadinya tersebut, VHS menawarkan fungsi yang tidak dimiliki oleh Betamax pada awalnya.

Jika Betamax ‘terlahir’ mengusung kegunaannya pada produksi perekaman video menggunakan media visual seperti kamera, maka VHS memfokuskan pada perekaman video yang sedang ditayangkan seperti penyimpanan acara-acara yang sedang disiarkan di televisi, maupun proses penyalinan suatu tayangan film dari sebuah kaset ke kaset yang lain.

Meluncur kepasaran 1 tahun lebih muda ketimbang Betamax, VHS di produksi oleh perusahaan eletronik Jepang bernama Japan Victor Company atau yang lebih dikenal dengan sebutan JVC.

Seiring dengan kemunculannya yang menargetkan pangsa pasar yang sama dengan Betamax, persaingan keduanya pun dimulai. Menilik kekuatan yang dimiliki pesaingnya, VHS enggan melakukan adu ‘kekuatan’ secara langsung.

Jika Betamax mengusung kualitas, maka VHS lebih mengedepankan unsur durasi sebagai keunggulannya. Meski persaingan yang terjadi bisa dikatakan cukup sengit dan keduanya memberikan perlawanan yang kuat, ‘peperangan’ pun ‘dimenangkan’ oleh VHS pada tahun 80-an dengan ditandainya peningkatan konsumsi produk-produk VHS di pasaran – jauh meninggalkan saingannya.

4) LaserDisc

LaserDisc - 4 Format Video Kuno, Cara Orang Tua Dahulu Menikmati Film
LaserDisc – 4 Format Video Kuno, Cara Orang Tua Dahulu Menikmati Film

Meski peperangan diantara keduanya dapat dimenangkan oleh salah satu pihak yang ada, namun dominasi dari pihak pemenang pun harus mengalami kemunduran dikarenakan perkembangan teknologi yang ada. Dengan semakin meningkatnya kemutakhiran teknologi, kebutuhan akan media penyimpanan yang lebih ‘lenggang’ menjadi sebuah kebutuhan tersendiri.

Read More  4 Pioneer dan Founder Teknologi Komputer Serta Digital

Seperti berkebalikan dengan kebutuhan tersebut, teknologi pun turut memaksa berbagai pembaharuan yang ada agar memiliki ukuran fisik yang lebih kompatibel. Disitulah LaserDisc hadir membawa perubahan.

Hanya berselang 2 tahun dari kemunculan VHS, LaserDisc ‘terlahir kedunia ini’ melalui perusahaan yang bergerak di bidang hiburan asal Amerika bernama Music Corporation of America (MCA) DiscoDivision Inc.

Meski begitu, kejayaannya baru bangkit di era 90-an seiring dengan meningkatnya kebutuhan publik dan distribusinya ke seluruh belahan dunia. Kesuksesan dari LaserDisc bisa dikatakan tidak dapat menyaingi sang ‘jawara format video’ VHS ataupun pesaingnya Betamax dikarenakan ‘kecanggihan’ dari teknologi LaserDisc itu sendiri dan kuatnya dominasi media perekaman analog.

Namun LaserDisc-lah cikal bakal tumbangnya era kejayaan analog yang memanfaatkan kaset serta pita video dan membangkitkan era perekaman digital yang memanfaatkan kepingan cakram padat atau yang lebih dikenal dengan istilah compact disc (CD).


Dan itulah 4 Format Video Kuno, Cara Orang Tua Dahulu Menikmati Film versi teknobot.xyz. Perkembangan zaman dewasa ini sudah menelurkan pembaruan teknologi yang lebih pesat lagi. Berbagai bentuk penyimpanan fisik pun bahkan sudah dianggap kuno seiring dengan lahirnya bentuk-bentuk penyimpanan yang lebih praktis seperti google Drive ataupun Cloud.

Meski begitu, masing-masing media penyimpanan tentu memiliki kelebihan serta kekurangannya sendiri terlepas mana pun yang lebih kuno atau canggih. Bagaimana menurut kalian? Jenis penyimpanan apakah yang lebih kalian sukai? Silahkan tinggalkan komentarmu di kolom yang tersedia dan like serta share ya!

By: Sir Lord Artaz Gang

Leave a Reply

avatar
1000
  Subscribe  
Notify of
Close Menu