5 Fakta Tentang Atari, Sang Pelopor Game Digital
5 Fakta Tentang Atari, Sang Pelopor Game Digital

5 Fakta Tentang Atari, Sang Pelopor Game Digital

5 Fakta Tentang Atari, Sang Pelopor Game Digital Merasuknya berbagai pembaharuan teknologi ke banyak aspek kehidupan mempengaruhi cara dan gaya hidup masyarakat millenial. Peran komputer dan automatisasi digital telah menjadi suatu aspek pembaharuan yang membantu manusia dalam membangun peradaban modern itu sendiri. Berbagai terobosan teknologi tersebut tidak hanya melebur pada bidang-bidang yang dirasa vital, tapi juga ikut mengalterasi perkembangan media hiburan.

Jika generasi pertengahan abad 20 tumbuh besar dikelilingi oleh berbagai permainan tradisional, namun berbeda dengan generasi abad 21. Teknologi telah merubah trend permainan yang ada – membuat permainan tradisional hanya sebatas koleksi museum saja. Permainan digital, atau yang juga dikenal dengan istilah video game, memberikan kesenangan baru yang sejalan dengan perkembangan zaman.

Namun tentu saja penggabungan teknologi digital dengan unsur permainan dan media hiburan tidak semerta-merta muncul dari udara kosong. Keberadaan penelitian serta pengembangan teknologi turut berkontribusi membangun kemutakhiran tersebut. Tanpa jerih payah dan kerja keras mereka, anak-anak millenial saat ini mungkin masih memainkan gasing ataupun mencari jangkrik untuk mengisi waktu berkumpul bersama teman-teman sebayanya.

Salah satu yang berjasa dalam membangun era media ini dan juga telah dikenal khalayak sebagai pelopor berdirinya trend permainan digital adalah sang developer kawakan, Atari. Dengan merilis console pertamanya yang diberi nama Video Computer System (VCS) pada quartal akhir 1976, ia telah membuka persaingan industri game digital dunia. Atas dasar itulah, teknobot.xyz tertarik untuk membahas sang pionir teknologi video game tersebut dalam artikel berjudul 5 Fakta Tentang Atari, Sang Pelopor Game Digital yang dapat menambah wawasan mengenai sejarah perkembangan teknologi video game.

1) Yang pertama kali mempopulerkan game arcade bertema ball-and-paddle

Yang pertama kali mempopulerkan game arcade bertema ball-and-paddle - 5 Fakta Tentang Atari, Sang Pelopor Game Digital
Yang pertama kali mempopulerkan game arcade bertema ball-and-paddle – 5 Fakta Tentang Atari, Sang Pelopor Game Digital

Kesuksesan Atari bermula dengan produk game pertama miliknya yang bertajuk bola-dan-dayung (ball-and-paddle) bernama Pong. Dengan dinisbahkannya game tersebut pada platform ding-dong, Atari sampai kepuncak kesuksesan pertamanya dalam merajai pasar game arcade. Hal itu tidak terlepas dari keberadaan trend teknologi kala itu dimana mainframed (perangkat dengan komponen rumit yang di rangkai pada suatu rangka berukuran besar) computer masih mendominasi kemutakhiran.

Sebelum akhirnya dirilis pada tahun 1972 dan menjadi gebrakan, game ini mulanya bukanlah sebuah konsep yang dicanangkan untuk menjadi sebuah produk. Salah satu pendiri Atari kala itu, Nolan Bushnell, menugaskan sang pencipta Pong, Allan Alcom, untuk mengatur sebuah proyek uji coba pembuatan game.

Terinspirasi dari konsol rumahan pertama yang sudah lebih dulu muncul di pasaran, Magnavox Odyssey, Alcom lantas membuat game dengan tema yang hampir serupa. Melihat keterampilan Alcom dalam menciptakan Pong, lantas membuat Bushnell dan partnernya dalam mendirikan Atari kala itu, Ted Dabney, merilisnya ke pasaran – menghasilkan sebuah demam game ball-and-paddle ke berbagai belahan dunia.

2) Console pertama yang mampu mendominasi dipasaran

Console pertama yang mampu mendominasi dipasaran - 5 Fakta Tentang Atari, Sang Pelopor Game Digital
Console pertama yang mampu mendominasi dipasaran – 5 Fakta Tentang Atari, Sang Pelopor Game Digital

Pasar jenuh yang disebabkan oleh menjamurnya produk console serta game bertajuk ball-and-paddle pada pertengahan dekade 70-an menuntut Atari untuk lebih memutar otaknya dan menghasilkan inovasi-inovasi lain.

Keberhasilannya tersebut telah membuka mata banyak perusahaan ‘dadakan’ akan potensi dari industri yang terbilang baru tersebut – membanjiri pasar dengan game dengan tema yang mirip. Hal ini mengharuskan Atari untuk menghentikan produksi dari game Pong itu sendiri dan memfokuskan sumber daya mereka pada pengembangan produk console VCS miliknya.

Dipaksa untuk menghentikan kreasi terbaiknya, Atari lantas mengalami masa-masa yang terbilang sulit. Mulai dari konflik internal, masalah hak cipta, hingga kurangnya modal produksi menuntut Atari untuk segera mencari upaya alternatif .

‘Titik’ cerah pun muncul ketika seorang pencipta game ulung bernama Warren Robinett menciptakan mahakaryanya. Dengan tajuk baru bergenre action-adventure, game yang diberi judul Adventure ini merubah landasan fundamental dari industri itu.

Momen inilah yang membuka peluang bagi Atari untuk meraih kesuksesan besar serta menunjukkan kepada dunia potensi lain dari teknologi console tersebut. Di puncak kesuksesannya, Atari mampu menjual produk console VCS hingga jutaan unit.

3) Game pertama yang menghadirkan ‘Easter-Egg’ didalamnya

Game pertama yang menghadirkan ‘Easter-Egg’ didalamnya - 5 Fakta Tentang Atari, Sang Pelopor Game Digital
Game pertama yang menghadirkan ‘Easter-Egg’ didalamnya – 5 Fakta Tentang Atari, Sang Pelopor Game Digital

Kesuksesan Atari tidak akan pernah terealisasi tanpa adanya inovasi-inovasi gemilang dari para creator yang bekerja keras. Berani mengambil langkah berani dan terus bertahan menghadapi berbagai tantangan merupakan salah satu sikap mumpuni mereka yang juga perlu digarisbawahi.

Meski begitu, Atari memiliki kecemasan tersendiri terhadap berbagai hal yang berhubungan dengan pencapaian mereka hingga membentuk sebuah kebijakan perusahaan yang ketat. Alhasil, para ilmuwan ‘dibalik layar’ yang tanpa lelah memberikan sumbangsih pemikiran mereka itu tidak dapat terlihat oleh masyarakat dikarenakan kontrak Atari yang selalu merahasiakan tim pengembangnya.

Seperti tidak kehilangan akal, tim pengembang pun diam-diam menyiapkan strategi tersendiri agar jerih payah mereka dapat diketahui. Pertama kali dilakukan oleh sang maestro video game retro, Warren Robinett, metode ‘easter-egg’ atau telur paskah disisipkan di dalam sebuah game.

Sebagai informasi, easter-egg adalah sebutan bagi sebuah pencapaian tersembunyi di dalam game yang dapat menghantarkan player kepada reward khusus jika berhasil menemukannya. Melalui metode inilah, Robinett menyisipkan namanya ke dalam mahakarya game Adventure miliknya – menobatkannya sebagai seorang revolusioner game dikemudian hari.

Bagi siapa saja yang bisa menemukan ‘easter-egg’ itu, maka ‘hadiah’ yang di dapat pada game tersebut dapat membuka layar rahasia bertulisan “Created by Warren Robinett” (Dibuat oleh Warren Robinett).

4) Rumah bagi game retro yang melegenda, Pac-Man

Rumah bagi game retro yang melegenda, Pac-Man - 5 Fakta Tentang Atari, Sang Pelopor Game Digital
Rumah bagi game retro yang melegenda, Pac-Man – 5 Fakta Tentang Atari, Sang Pelopor Game Digital

Meski Pac-Man sendiri ‘terlahir’ dibawah naungan Namco (developer game asal Jepang), namun kesuksesannya membuat ia dapat ‘melanglang buana’ dan didistribusikan ke berbagai belahan dunia.

Di ciptakan oleh seorang ‘santa’ game bernama Toru Iwatani, Pac-Man telah menjelma menjadi sebuah maskot kebudayaan retro, landmark periode emas platform arcade, dan ikon dari peradaban pop-culture.

Pertama kali ‘diboyong’ ke tanah Paman Sam oleh perusahaan pengembang serta pendistribusian game asal Amerika: Midway Games, Pac-Man meraih keberhasilan hebat.

Keberhasilan karakter kuning pengunyah ‘pelet’ itu dilandasi dengan jenuhnya pasar alhasil terlalu banyaknya game dengan genre yang monoton. Sontak, kedatangan Pac-Man dengan genre dan gameplay yang berbeda telah memberikan tawar kesegaran bagi jiwa-jiwa gamer yang kehausan.

Melihat potensi tersebut, Atari, yang sudah terlebih dahulu memegang izin pendistribusian game-game Namco, tidak ingin ketinggalan trend yang ada. Mencurahkan segala daya upaya yang mereka miliki, mereka pun berhasil membawa Pac-Man ke dalam platform console.

Tentu saja dapat ditebak, kesuksesanpun membayangi keputusan tersebut – memberikannya gelar sebagai game console rumahan terlaris kala itu dengan jumlah total unit yang terjual sebanyak 7 juta kopi di seluruh dunia.

5) Mampu bertahan hingga sekarang

Mampu bertahan hingga sekarang - 5 Fakta Tentang Atari, Sang Pelopor Game Digital
Mampu bertahan hingga sekarang – 5 Fakta Tentang Atari, Sang Pelopor Game Digital

Masa kejayaan Atari kala itu yang tidak diiringi dengan adanya intervensi dari lawan yang seimbang membuatnya berada diatas angin. Tentu saja melihat luasnya ‘bisnis’ yang belum ‘tergarap’, banyak perusahaan menjadi tertarik untuk mencoba peruntungan di industri ini.

Seiring dengan bangkitnya berbagai developer game tersebut, Atari mulai tergilas kencangnya roda persaingan. Dimulai dari kegagalan dalam meneruskan dominasi console VCS yang mereka miliki, dewi fortuna seakan berpaling dari sisi mereka.

Meski mereka berhasil melalui era kegagalan video game pada 1983 yang melanda sebagian besar wilayah Amerika Utara, namun ekspansi developer dari timur telalu berat bagi mereka untuk disaingi. Ketidak mampuan mereka untuk bersaing di era console generasi ketiga dan keempat membuatnya gagal untuk bangkit di era console generasi kelima dan multiplatform lainnya.

Namun seakan memberikan kejutan tersendiri, Atari berusaha bangkit dan tampak ingin bernostalgia kembali ke masa-masa jayanya. Memasuki pasar console generasi kedelapan, Atari berusaha mereinkarnasi console legendanya: Atari 2600, di kehidupan yang baru – menjulukinya dengan sebutan Ataribox. Hingga saat ini, Ataribox sedang dalam tahap produksi dan siap dipasarkan di tahun 2019 mendatang.


Dan itulah 5 Fakta Tentang Atari, Sang Pelopor Game Digital yang dapat menambah wawasan mengenai perkembangan media hiburan serta teknologi video game di masa lalu. Kegigihan Atari dalam industri ini tentu perlu diapresiasi. Banyak kisah berbagai perusahaan yang memilih menyerah dan hengkang dari dunia persaingan dikarenakan jatuh dan tergilas dimakan zaman; tapi tidak dengan Atari. Dengan determinasi yang dimilikinya, tentu wajar jika khalayak menjuluki Atari sebagai sang ‘legenda’. Setuju? Silahkan tinggalkan komentarmu di kolom yang tersedia dan like serta share ya!

By: Sir Lord Artaz Gang

Leave a Reply