5 Fakta Mengenai Square Enix, Sang Dewa Role-Playing Game
5 Fakta Mengenai Square Enix, Sang Dewa Role-Playing Game

5 Fakta Mengenai Square Enix, Sang Dewa Role-Playing Game

5 Fakta Mengenai Square Enix, Sang Dewa Role-Playing Game Banyaknya industri-industri baru yang bermunculan di era digital dewasa ini tentu membuat perkembangan teknologi semakin menjanjikan. Didukung dengan berbagai pembaharuan yang ada serta bergesernya trend masyarakat kepada sebuah budaya baru yang disebut dengan pop-culture mengharuskan industri-industri tersebut membentuk sebuah peradaban tersendiri: peradaban dunia maya.

Peradaban dunia maya seakan menjadi sebuah realitas tersendiri bagi para penikmatnya. Menyajikan sebuah ‘jalur pelarian’ serta ‘titik singgah’ bagi mereka yang merasa cukup dengan hiruk pikuk dunia nyata. Dimulai dengan munculnya teknologi internet yang menawarkan fasilitas interaksi secara real time menggunakan identitas anonim, aktivitas dunia maya kemudian menjamur dan digandrungi banyak orang. Namun bagi mereka yang ingin sedikit merasakan ‘bumbu petualangan’ dapat melarikan diri ke bentuk dunia maya yang lain yaitu game digital.

Meskipun industri game digital sudah ada jauh sebelum teknologi internet dikembangkan, namun perkembangan yang ada terasa cukup signifikan seiring dengan tumbuh pesatnya teknologi internet itu sendiri. Perkembangan teknologi digital yang ada tentu mempengaruhi kemutakhiran dunia maya – tidak terkecuali industri game. Hal itu memberikan banyak peluang bagi para developer (pengembang game) untuk mengeluarkan produk unggulannya masing-masing. Berbagai judul dalam varian genre-pun bermunculan, mulai dari first person shooter (FPS), adventure, simulasi, hingga yang juga banyak digemari yaitu role playing-game (RPG).

Diantara banyaknya judul serta genre tersebut, terdapat suatu developer yang terbilang sukses menyajikan sebuah game dengan sequel berkelanjutan dan selalu ditunggu oleh para penggemar setianya. Square Enix, yang melahirkan beberapa judul game RPG termahsyur seperti Kingdom Hearts, Dragon Quest, serta ujung tombak miliknya, Final Fantasy, tentu sudah dikenal oleh para gamer berpengalaman. Karenanya, teknobot.xyz kali ini terpanggil untuk membahas fakta sejarah serta perkembangan developer yang satu ini dalam artikel berjudul 5 Fakta Mengenai Square Enix, Sang Dewa Role-Playing Game yang dapat menambah wawasan serta informasi mengenai perkembangan industri game digital.

1) Merupakan perusahan yang berasal dari sebuah proses merger

Merupakan perusahan yang berasal dari sebuah proses merger - 5 Fakta Mengenai Square Enix, Sang Dewa Role-Playing Game
Merupakan perusahan yang berasal dari sebuah proses merger – 5 Fakta Mengenai Square Enix, Sang Dewa Role-Playing Game

Meski akhirnya mereka mampu merajai genre RPG pada platform console, namun pada awalnya Square Enix berasal dari dua perusahaan yang berbeda. Ya, developer Square dan Enix akhirnya bergabung menjadi sebuah perusahaan pengembang game dan software console pada quartal awal tahun 2003. Namun dibalik itu semua, ternyata kedua perusahaan diatas menyimpan sebuah sejarah rivalitas yang cukup mendarah-daging lho!

Berawal dari didirikannya Enix pada 1975, keberhasilan mereka dalam melahirkan sebuah game RPG berjudul Dragon Quest menginspirasi berdirinya sebuah perusahaan saingan dengan julukan SquareSoft. Sang rival yang dibangun di tahun 1983 itupun mampu menghasilkan sebuah ‘kartu as’ yang juga membawa namanya ke kancah global dengan game berjudul Final Fantasy. Namun, kerugian pada adaptasi film pertamanya di tahun 2001 memaksa Square untuk menerima tawaran akuisisi rivalnya agar dapat bertahan. Alhasil, perusahaan Square pun ‘diurai’ dan melebur kedalam perusahaan Enix – menghasilkan sebuah perusahaan baru yang bernama Square Enix.

2) Memiliki anak perusahaan tersendiri yang bergerak pada bidang distribusi regional

Memiliki anak perusahaan tersendiri yang bergerak pada bidang distribusi regional – 5 Fakta Mengenai Square Enix, Sang Dewa Role-Playing Game

Jika developer lain memfokuskan berbagai anak perusahaannya untuk hanya sekedar menunjang produk-produk perusahaan indukan seperti pembuatan merchandise, pengembangan teknologi platform terbaru, dsb, namun berbeda dengan Square Enix! Pasalnya anak-anak perusahaan mereka, yang mana sebagian besar merupakan kepunyaan Square dari masa pra-merger, lebih dimaksudkan untuk peran yang lebih krusial yaitu pendistribusian berbagai produk game besutan sang induk. Dalam industri game, terkadang berbagai produk dengan versi originalnya menggunakan bahasa, kebudayaan, teknologi, serta unsur-unsur intrinsik maupun ekstrinsik yang tidak berlaku pada region lain. Karena itulah diperlukan upaya lebih dalam mendistribusikan game-game yang ada.

Sebagai contoh, gamegame yang dimaksudkan untuk konsumsi wilayah Jepang tentu tidak bisa begitu saja diterjunkan pada pangsa pasar Eropa ataupun Amerika. Maka dalam hal ini, Square mempercayakan proses pendistribusian tersebut pada berbagai anak perusahaannya. Beberapa diantaranya seperti Squaresoft, Inc., yang kini berubah nama menjadi Square Enix, Inc., khusus untuk pendistribusian wilayah Amerika Utara; Square USA, Inc. ex Square L.A., Inc. bertugas mendesain dan pendistribusian produk khusus region Amerika; dan Square Europe, Limited yang mengambil alih pendistribusian region Eropa dan Australia.

3) Mempunyai studio film sendiri

Mempunyai studio film sendiri - 5 Fakta Mengenai Square Enix, Sang Dewa Role-Playing Game
Mempunyai studio film sendiri – 5 Fakta Mengenai Square Enix, Sang Dewa Role-Playing Game

Sebelum akhirnya terkonsolidasi seiring dengan proses merger yang terjadi pada 2003, perusahaan Square sendiri memiliki sebuah anak perusahaan yang khusus bergerak dibidang produksi serta pendistribusian film spinoff berbasis video game. Bekerja sama dengan salah satu studio film besutan Sony, Colombia Picture – Square Picture didirikan dengan basis yang berlokasi di Honolulu, Hawaii. Mengudara pada tahun 1997, anak perusahaan yang satu ini mengambil spesialisasi pada pembuatan film berbasis animasi komputer.

Dengan visi “menggabungkan kemajuan teknis divisi film ke dalam permainannya, memutar siklus kreativitas dengan game yang menginspirasi film yang pada gilirannya meningkatkan permainan”, mereka berupaya untuk memproduksi berbagai film dengan cerita yang diangkat berdasarkan game. Salah satu upaya pertamanya adalah dengan dirilisnya salah satu film berlatarbelakang cerita Final Fantasy dengan judul The Spirits Within. Namun sayangnya, film tersebut gagal dipasaran dan hanya mampu meraup setengah dari biaya produksi yang digelontorkan. Meski setelah itu mereka tetap memproduksi beberapa film, namun hingga “akhir hayatnya” ditahun 2003, studio ini tetap belum mampu memberikan ‘gebrakan’ pada industri perfilman.

4) Bekerja sama dengan Disney dalam menciptakan game cross-universe termasif didunia

Bekerja sama dengan Disney dalam menciptakan game cross-universe termasif didunia - 5 Fakta Mengenai Square Enix, Sang Dewa Role-Playing Game
Bekerja sama dengan Disney dalam menciptakan game cross-universe termasif didunia – 5 Fakta Mengenai Square Enix, Sang Dewa Role-Playing Game

Jika mendengar judul Kingdom Heart, tentu para gamer sudah tidak akan asing lagi dengan salah satu game terlaris besutan Square Enix tersebut. Ya, bekerjasama dengan Disney dalam menciptakan sebuah waralaba lintas semesta (cross universe) membawanya pada sebuah titik kesuksesan tersendiri sebagai developer. Mengawali debutnya pada console PlayStation 2 di tahun 2002, Square Enix mempercayakan proyek ini kepada seorang seniman dan desainer video game yang juga memberikan kontribusinya pada seri-seri Final Fantasy: Tetsuya Nomura.

Memberikan pengalaman bermain game yang terbilang unik dan berbeda serta penggabungan elemen Disney yang dibumbui dengan kualitas grafis Square Enix menjadikan game ini sangat sukses dipasaran. Berbagai seri lanjutan pun dirilis untuk meneruskan keberhasilan dari edisi pertamanya. Hingga sekarang, dunia pun mengenal waralaba ini sebagai salah satu judul terlaris dalam pasar industri game serta menobatkannya sebagai salah satu game terbaik sepanjang masa.

5) Tak hanya beraksi dalam industri game, tetapi juga merambah ke dunia manga

Tak hanya beraksi dalam industri game, tetapi juga merambah ke dunia manga - 5 Fakta Mengenai Square Enix, Sang Dewa Role-Playing Game
Tak hanya beraksi dalam industri game, tetapi juga merambah ke dunia manga – 5 Fakta Mengenai Square Enix, Sang Dewa Role-Playing Game

Melihat kesuksesan industri manga di negara kelahirannya, Jepang, Square Enix pun berupaya untuk mengembangkan sayapnya ke industri tersebut. Manga, atau yang juga dikenal sebagai komik negeri matahari terbit, adalah salah satu komoditas ekspor terbesar yang dimiliki oleh Jepang. Merupakan anak perusahaan Enix di era pra-merger, Monthly Shōnen Gangan banyak menelurkan judul-judul manga yang sukses baik dipasar lokal maupun global.

Diluncurkan pertama kali pada tahun 1991, majalah yang lebih dikenal dengan sebutan Gekkan Shōnen Gangan di negerinya ini menargetkan produknya pada pangsa pasar lelaki usia remaja. Menyajikan kurang lebih 600 halaman di setiap edisinya, Gangan menghadirkan berbagai manga dengan genre aksi dan petualangan. Salah satu langkah tersuksesnya yang membantu mereka menembus pasar global adalah dengan menerbitkan manga yang berjudul Fullmetal Alchemist. Terjual hingga 70 juta kopi di seluruh dunia menjadikan manga ini sebagai salah satu manga telaris yang pernah ada. Sampai saat ini, Gangan masih tetap eksis dan terus menyajikan berbagai judul manga yang selalu setia dinanti para penggemarnya.


Dan itulah 5 Fakta Mengenai Square Enix, Sang Dewa Role-Playing Game yang dapat menambah wawasan mengenai perkembangan dunia digital serta kebudayaan pop-culture dewasa ini. Melihat perkembangan industri game digital yang semakin menjanjikan, bukan tidak mungkin berbagai vendor teknologi lain turut mengikuti jejak Square Enix dengan mendirikan anak perusahaan yang bergerak di industri game juga. Bukan begitu? Silahkan tinggalkan komentarmu di kolom yang tersedia dan like serta share ya!

By: Sir Lord Artaz Gang

Leave a Reply